Dunia marketing memang harus selalu mengikuti arus zaman.

Seiring dengan berubahnya era informasi, gaya hidup, serta habit konsumsi target pasar, setiap brand dan bisnis yang ingin melakukan presentasi dan penjualan secara online serta melalui media digital harus bisa memahami habit konsumsi baru ini, dan menyesuaikan cara presentasinya untuk meraih hasil optimal.

Ini artinya, pemilik brand dan bisnis, serta marketer, perlu menangkap trend dan pop culture yang sedang berkembang, dan memanfaatkan sebagai konten dengan penetrasi luas dalam memasarkan brand dan produknya.

 

Salah satu media baru dengan penetrasi terluas, yang memiliki engagement tinggi adalah Meme.

 

Apa Itu Internet Meme?

Meme secara definisi adalah suatu ide, konsep, gagasan, kutipan, atau sikap yang menyebar dan disebarkan dari seseorang ke orang lainnya. Seringkali meme berbentuk ‘peniruan’. Artinya suatu ide yang diambil dari suatu budaya atau konsep populer, dan disebarkan dengan pesan baru yang dibuat berdasarkan gagasan dari pesan asilnya.

Online, Internet Meme lebih populer berbentuk media visual sederhana, yang memudahkan orang untuk menyebarkannya secara online, melalui media sosialnya, chat appnya, dan memudahkan mereka untuk melakukan pengubahan atau adaptasi dari gagasan awalnya.

Belakangan ini trend meme makin kuat dan marak di kalangan konsumen digital.

Sebuah foto disertai gagasan dalam bentuk teks, atau dengan menonjolkan gambar dengan cara tertentu, ternyata dapat sangat melekat di pikiran seseorang, atau berbagaikalangan orang. Meme dengan kesederhananya mampu menanamkan brand awareness pada benak konsumen dengan modal yang jauh lebih rendah dibandingkan dengan iklan tradisional!

Dalam dunia bisnis, menurut Veloso dalam buku “Web Copy that Sells” edisi ketiga, meme berguna untuk membuat “keramaian” (perbincangan yang intens) atau buzz mengenai produk atau layanan tertentu.

Diskusi atau obrolan itu juga bisa seputar “online personae” (orang atau sosok tertentu dalam dunia maya), budaya pop, atau trending topics.

Dengan memanfaatkan habit inilah brand, bisnis, dan marketer bisa dan HARUS memperkenalkan dan mempopulerkan brandnya dengan menggunakan meme!

 

Meme dalam Content Marketing

Memakai Meme dalam Content Marketing

Karena ringan, mudah dikonsumsi, seringkali jenaka dan informatif pada saat yang sama, meme adalah media yang dirancang khusus untuk mudah disebarkan dan mudah menyebar dari satu orang ke orang lainnya, dan karenannya memiliki keunggulan terbesar dalam kemampuannya melakukan penetrasi pasar.

Disamping itu, meme yang cenderung mudah menjadi viral, mudah dibuat, dan santai, membuat campaign Content Marketing Anda menjadi lebih ‘membumi’, dan membantu brand Anda menjadi lebih ‘dekat’ dan terhubung dengan target audience Anda.

Kelebihan inilah yang membuat meme menjadi salah satu media Content Marketing efektif untuk menyebarkan dan mempopulerkan brand Anda secara online!

Salah satu cara penggunaan meme dalam Content Marketing, adalah menggunakan teknik yang disebut memejacking.

Memejacking adalah strategi menggunakan meme yang sudah pernah dibuat dan terkenal, untuk menyampaikan pesan dalam meme baru yang akan Anda buat. Dengan sifatnya, teknik ini adalah sah saja, bahkan merupakan langkah natural pembuatan meme di internet.

Baca Panduan  SEO, SEM, Internet Marketing, dan Content Marketing

Dengan cara ini, audience diharap sudah mengenal konsep asli dari memenya, hingga bisa lebih cepat menangkap  gagasan dasar dari meme yang Anda sebarkan.

Jika dilakukan dengan benar, memejacking dapat memberi dorongan untuk marketing sosial Anda! Berikut beberapa tips untuk menggunakan dan membuat meme dalam memejacking.

1. Memahami Sifat dan Gagasan Meme yang digunakan.

Pahami terlebih dahulu karakter dari meme yang akan digunakan, termasuk kapan dan bagaimana penggunaannya. Salah dalam penggunaan meme dan maksudnya, dapat berakibat fatal terhadap sebuah brand, dan mungkin akan sangat memalukan.

2. Memahami Karakter dan Habit Target Konsumen.

Mengerti karakter dari konsumen yang dituju, mulai dari keinginan hingga preferensi konsumen, merupakan hal yang sangat penting. Dengan mengerti preferensi target konsumen, maka penggunaan meme pun akan menjadi lebih efektif karena meme dapat dipastikan sesuai dan relevan dengan selera dari target konsumen. Apakah konsumen Anda paham dengan meme itu? Apakah gagasan dibaliknya tepat?

3. Jangan Menunggu dan Menunda.

Meme bergerak sesuai trend. Beberapa meme dapat bertahan sampai bertahun-tahun, tetapi ada pula meme yang hanya bertahan beberapa bulan atau bahkan minggu. Jika ingin melakukan memejacking pada salahs atu meme yang sedang populer, sebaiknya lakukan dengan segera sebelum terlambat atau sebelum meme tersebut sudah tidak menjadi trend lagi, dan pesan Anda pun jadi keburu ‘basi’.

4. Have Fun!

Bersenang-senanglah bersama meme yang Anda buat! Jangan takut salah, jangan takut tidak lucu, dan jangan takut gagal. Buatnya sekreatif dan seunik mungkin supaya setiap orang tertarik untuk melihat, berinteraksi dengannya, menyebarkannya, dan membicarakannya.

Untuk memudahkan Anda, Anda juga bisa memakai tool online seperti memegenerator.net.

 

Tips Membuat Meme dalam Content Marketing

Content Marketer dan Content Creator bisa mempopulerkan akun media sosialnya dengan pembuatan dan penyebaran meme yang tepat. Walau viral tidaknya suatu meme dan suatu pesan tidak bisa dijamin, tapi kita bisa membantu meningkatkan kemungkinan viralnya dengan memenuhi tiga elemen dasar.

Elemen terpenting sebuah meme, adalah:

  1. Fun, humor, memorable, shareable.
  2. Otentik, dan tidak mengarahkan pada unsur penjualan (soft- hard selling).
  3. Relevan dan terhubung dengan target audience.

Walau memejacking bisa membantu Anda membangun follower akun media sosial, untuk lebih mengangkat brand dan bisnis Anda secara online, Anda disarankan untuk tetap memiliki dan membuat meme orisinal.

Kesan dan nilai orisinalitas dalam meme Anda akan membantu memberikan nilai lebih pada brand Anda, dan Anda bisa menggunakan gambar dan pesan yang mendukung pesan dan gagasan bisnis Anda!

Berikut adalah langkah- langkah yang bisa Anda gunakan untuk membuat original meme sebagai konten dalam program Content Marketing brand Anda.

 

1. Pilih Format Meme Yang Sesuai.

Format dasar meme adalah kombinasi gambar dan text sederhana yang digunakan untuk menyampaikan pesan dalam bentuk humor ringan. Tapi dengan perbedaan- perbedaan dalam brand dan jenis bisnis yang menggunakannya, beberapa format visual meme jadi muncul dan tersebar, dalam bentuk yang berbeda.

Baca Panduan  Cara Membuat Konten Anda Bertahan Lama

Beberapa pilihan format visual meme misalnya, standard humor memequote meme yang digunakan untuk menyampaikan kutipan, informational meme, atau infographical meme. Dan dengan memanfaatkan konsep slides dalam media sosial seperti Facebook, slider informationam meme jadi bisa diakses dan digunakan oleh brand dan content marketer.

Tips:

Pilih yang terbaik dan sesuai untuk pesan dan citra brand Anda, dan gunakan format berbeda untuk pesan berbeda bila dibutuhkan.

2. Gunakan Gambar Yang Sesuai

Dalam membuat meme orisinal, Anda bisa menggunakan gambar orisinal milik brand Anda sendiri untuk menyampaikan pesan Anda, sambil menunjukkan bisnis Anda sebagai latar belakang pesan Anda, dan dengan demikian, memperkenalkan bisnis Anda pada audience secara halus, tanpa melibatkan unsur penjualan.

Bila tidak, Anda juga bisa memakai mesin pencari Google untuk menemukan gambar bebas umum secara online, dan menggunakannya sebagai dasar meme Anda.

Tips:

Pastikan makna dari gambar Anda sesuai dengan brand Anda. Anda tidak ingin memakai gambar yang ternyata memiliki makna negatif untuk meme Anda.

3. Pembuatan Pesan Kreatif Yang Menarik

Tantangan untuk menyebarkan pesan dan membuat meme sukses adalah text dan tulisan, serta pesan yang tertulis di dalam meme tersebut.

Kata-kata yang unik, lucu dan menggelitik harus mampu dirangkum menjadi pesan tertentu yang merujuk pada brand. Beberapa jenis pesan atau kalimat yang bisa dimasukkan mendampingi gambar meme antara lain seperti plesetan, kata- kata mutiara, kutipan, hingga informasi yang memberi solusi dari permasalahan sehari-hari.

Tips:

Gunakan kata- kata singkat, jangan terlalu panjang atau rumit, yang mudah dibaca dan mudah ditangkap dalam sekali lihat, dan gunakan kalimat yang catchy.

4. Pemilihan Media Channel dan Cara Distribusi

Meme berfungsi dengan optimal melalui media sosial, khususnya media sosial yang ideal untuk penyebaran gambar, dan memiliki konsep ‘sharing’ yang mudah, seperti Instagram, Facebook, dan Twitter. Tapi tidak terbatas pada channel- channel ini, Anda pun perlu menyebarkannya pada chatting apps seperti Whatsapp, Line, atau Blackberry Messenger.

Tips:

  • Berikan watermark atau penanda brand/ website di setiap meme Anda, tapi gunakan penanda yang tidak mengganggu penampilan meme tersebut.
  • Bila mungkin, gunakan text pendamping atau status text yang memperkuat pesan meme itu.
  • Sebarkan meme Anda di jaringan Anda, dan dorong pengikut Anda untuk menyebarkannya.

 

Meme memang adalah sebuat tool content marketing yang relatif murah meriah, dan dengan efek yang dapat membantu membangun brand Anda secara online dengan perlahan tapi pasti! Ingat, tidak ada yang salah dalam membuat meme, just have fun! Alot of fun!

Bersenang- senanglah dalam membuat meme, dan seiring waktu, rasakan efeknya terhadap brand dan bisnis Anda!