Membuat kalender editorial tidak hanya memudahkan pekerjaan Anda sebagai content creator, strategi distribusi content marketing juga perlu kalender editorial!

Sebagai seorang konten creator, sudah tidak asing untuk menulis artikel untuk di blog/website, update di facebook, twitter, linkedin, instagram, pinterest, dan membuat video youtube. Semuanya harus dilakukan setiap hari, setiap minggu, setiap bulan, bahkan dalam satu quarter. Apakah Anda merasa cukup waktu untuk melakukan semua hal tersebut, memantaunya, dan bisa memastikan tidak ada konten yang terlewat?

Industri content marketing dan marketing online memiliki pekerjaan yang sangat dinamis dan kadang tidak terkendali. Sebaik dan seahli apapun dalam melakukannya, orang-orang dalam bidang pekerjaan ini selalu mencari cara yang lebih baik untuk membantu menyelesaikan tugasnya sehari-hari. Tools baru dan teknik baru wajib dipelajari untuk hal tersebut.

Apa yang harus Anda posting di beragam jenis media tersebut perlu selesai dan publish sesuai waktu yang seharusnya. Perlu inovasi untuk membantu orang melakukan sesuatu dalam waktu yang terbatas, dengan usaha yang hemat energi, tapi dengan hasil yang maksimal. Kalender editorial menjadi salah satu inovasi untuk pekerjaan di bidang content marketing dan online marketing.

Apa pentingnya kalender editorial, dan bagaimana cara membuatnya? Mari kita pahami dulu apa itu kalender editorial.

Kalender editorial adalah tools yang digunakan untuk mengontrol seluruh jenis publikasi konten dalam beragam media, seperti koran, majalah, blog, email marketing, dan beragam jenis sosial media. Kalender editorial mengatur jadwal publish beragam konten yang Anda buat. Tools ini biasanya digunakan oleh blogger, penerbit, grup, atau pengelola bisnis.

Kalender editorial berfungsi memantau dan mengontrol apa yang akan dipublikasikan, dan menjadi komponen penting untuk mengelola berjalannya seluruh program marketing yang dilakukan. Pada prinsipnya, kalender editorial menjadi penting dalam content marketing karena hal-hal berikut ini.

 

 

Pentingnya Kalender Editorial dalam Content Marketing:

  • Membuat dan mengedit beragam konten berdasarkan jadwal yang telah dibuat dalam kalender.
  • Dengan menggunakan kalender editorial, Anda tentu akan dapat menghadirkan konten secara rutin dengan tema dan topik yang berbeda-beda.
  • Membantu Anda dalam mengatur pemasaran konten, kalender editorial menjaga usaha Anda bergerak ke arah yang benar sesuai visi dan misi usaha Anda.
  • Mengontrol distribusi konten di beragam bentuk media publikasi dan mepermudah Anda dalam menganalisis perkembangannya.
  • Anda bisa memantau traffic hingga jumlah klik setiap artikel untuk sesuaikan kembali dengan kalender editorial selanjutnya. Hal ini juga akan mempermudah ketika menyusun laporan performance dari blog bisnis Anda setiap bulannya.

 

Lalu, bagaimana cara membuat kalender editorial? Editorial calendar mendorong masyarakat aktif secara digital. Kalender editorial mulai berkembang dari hanya selembar spreadsheet sederhana hingga kini banyak bentuk dan template-nya. Anda bisa membuat kalender editorial berupa:

  1. Halaman-halaman kertas dan file folder.
  2. Kalender kertas atau kalender online (misalnya, Google Calendar)
  3. Spreadsheet atau online spreadsheet (misalnya, Excel atau Google Docs)
  4. Software publishing, yang mengatur dan bisa melacak proses editorial.

 

Langkah-Langkah Membuat Kalender Editorial

Memulai sesuatu bisa jadi hal yang sulit dilakukan, termasuk membuat kalender editorial. Tidak perlu bingung, Anda bisa mengatur kalender editorial dari mulai dari fase Anda membuat sebuah konten. Misalnya, menulis artikel. Perhitungkan berapa banyak waktu yang Anda butuhkan untuk menulis sebuah artikel? Jika Anda membutuhkan waktu 2-3 hari untuk menulis 1 artikel, maka Anda bisa menjadwalkan penerbitan artikel 2x seminggu.

Pastikan proses pembuatan sebuah content tidak menganggu proses penjualan brand Anda. Atau, Anda bisa punya tim khusus yang membuat konten untuk website dan seluruh media sosial brand Anda. Jadi, penjualan dapat lebih fokus untuk ditangani oleh tim sales dan marketing.

Baca Panduan  Apa Itu Content Marketing?

Pembuatan kalender editorial bergantung pada tujuan bisnis, sumber daya yang tersedia, jenis perusahaan/bisnis, workflow konten, format content, platform media publikasi, dan jumlah konten. Meskipun demikian, ini hal-hal dasar yang sebaiknya ada dalam kalender editorial:

  1. Tanggal pembuatan dan publikasi konten.
  2. Topik atau judul dari konten.
  3. Kata kunci atau keyword dan kategori konten.
  4. Penulis konten.
  5. Pemilik ide/konten – yang bertanggung jawab untuk memastikan konten tersebut berasal dari mana.
  6. Status isi. Selalu diperbaharui dari sebelum publish, ketika proses publikasi sudah mulai dilakukan, hingga konten selesai publish.

 

Sumber Gambar: Hubspot

Sumber Gambar: Hubspot

 

Elemen-elemen berikut ini bisa juga menjadi perhatian Anda dalam menyusun kalender editorial jangka panjang.

Jenis media publikasi konten: mencakup semua media publikasi yang Anda miliki seperti website, blog, Facebook Page, channel YouTube, email marketing, dan sebagainya. Bisa juga Anda menyertakan media publikasi luar, misalnya televisi, majalah, atau channel youtube partner.

Format konten: Jenis konten bisa berupa artikel blog, video, podcast, infographic, foto, visual meme, komik, dan sebagainya. Untuk mendapatkan target viewer yang lebih banyak dari konten yang Anda buat, publikasikan sebuah tema/topik konten dalam media publish yang berbeda dengan dengan sedikit perubahan format konten. Hal ini berguna untuk menjaga umur konten. Ketika viewers mencari sesuatu, mereka akan menemukan konten yang Anda buat, dalam berbagai bentuk/format. Foto,  artikel, video, komik, semua merupakan konten milik Anda.

Visual: Berbicara tentang aset, penting untuk memperhatikan unsur visual. Konten juga termasuk gambar cover, logo, ilustrasi, dan elemen grafis lainnya. Visual ini tidak boleh diabaikan demi identitas brand Anda.

Kategori Topik: ini membantu memudahkan Anda mencari konten dari banyaknya konten yang telah dibuat, dan melihat seberapa  topik yang paling banyak dicari oleh user.

Kata kunci (keyword) dan metadata lain: seperti deskripsi dan judul SEO, akan membantu menjaga upaya SEO Anda selaras dengan pembuatan konten Anda. Anda juga bisa menggunakan keyword yang telah ditentukan untuk sebuah tema dipecah menjadi topik-topik untuk artikel-artikel Anda. Dengan begitu, topik Anda akan tetap menarik (sesuai dengan selera target market) dan tidak membosankan.

URL: Gunakan link ini sebagai arsip dari hasil audit konten online Anda. Link ini juga berfungsi untuk directing dari content baru ke content lain yang lebih dulu dibuat.

Call to action (panggilan untuk bertindak): membantu Anda memastikan bahwa setiap bagian dari konten yang Anda buat sudah sesuai dengan tujuan marketing brand Anda.

 

 

10 Tips Membuat Kalender Editorial yang Efektif

  1. Jangan merencanakan kalender editorial untuk lebih dari 8 hingga 12 minggu dalam satu waktu. Itu hanya akan membuat Anda pusing. Update kalender setiap bulan agar distribusi konten lebih terkontrol dengan baik.
  2. Buat perencanaan waktu. Anda tidak akan mendapatkan ritme yang baik untuk publish content Anda jika tanpa kalender editorial.
  3. Fokus pada ide utama, bukan pada satu ide saja. Ini akan membuat sistem konten Anda kohesif.
  4. Setiap content yang Anda rencanakan harus sejalan dengan aliran pendapatan Anda. Jangan sampai proses penjualan Anda terhambat karena waktu terlalu banyak dihabiskan untuk membuat konten.
  5. Manfaatkan jaringan Anda.
  6. Catat ide-ide Anda.
  7. Organisasikan ide-ide Anda.
  8. Tinggalkan sejenak. Lalu kembali lagi dengan ide yang fresh 1 atau 2 kali sebelum membuat bentuk final dari kalender editorial.
  9. Menulislah dengan baik. Buat konten sebaik yang Anda bisa. Konten terbaik akan mampu bersaing dengan konten lainnya.
  10. Tentukan deadline dan tanggal publish. Deadline untuk batas penulisan, tanggal publish untuk jadwal Anda mempublikasikan konten.
Baca Panduan  Monetize Content: Cara Mendapatkan Uang Dari Website

 

Salah satu bagian yang paling menantang ketika membangun strategi content marketing berdasar kalender editorial adalah memastikan Anda memiliki cukup ide yang relevan untuk mengisi semua jadwal tersebut. Tabungan konten-konten berkualitas tentu diperlukan untuk hal ini. Dari mana dapat ide yang banyak untuk membuat beragam konten?

Kalender editorial  pun dapat digunakan untuk mencari ide dan topik untuk konten Anda. Gunakan kalender editorial untuk menganalisis topik apa yang lebih banyak dibahas, topik apa yang pernah dibahas tetapi belum mendetail, dan sebagainya. Tulis daftar  ide-ide tersebut di tab baru dalam editorial kalender agar Anda dan tim content marketing Anda mudah mencarinya ketika membutuhkan referensi dan inspirasi topik atau bahan diskusi.

Inilah inspirasi lainnya yang bisa Anda lakukan dalam menemukan ide-ide konten untuk kalender editorial brand Anda.

  • Kalender editorial sebaiknya terintegrasi dengan divisi lain selain divisi creative/content, seperti tim marketing, SDM, hubungan masyarakat, atau departemen lainnya. Hal ini membuat rencana divisi Anda menjadi lebih dipahami oleh bagian lainnya dari perusahaan Anda. Kalender editorial yang terintegrasi memungkinkan tim lain membantu tim Anda dalam strategi yang Anda susun, dan juga memberikan inspirasi untuk ide-ide konten.
  • Susun topic utama (bulanan) untuk jangka waktu satu tahun. Hal ini bertujuan menyederhanakan proses pengambilan keputusan, memebantu mengidentifikasi topik secara praktis dan relevan, serta mengatur tugas dan jadwal untuk memperhitungkan waktu produksi dan editing.
  • Ide yang sama bisa ditujukan untuk beberapa jenis konten yang berbeda.
  • Konten dapat dikurasikan dan dikompilasikan.
  • Buatlah spreadsheet dalam satu file dengan tab yang berbeda-beda sesuai kategori media publish. Hal ini untuk memudahkan Anda dan tim Anda mencari, melacak, dan memperbaharui editorial kalender.

 

Saat ini sudah banyak template kalender editorial yang bisa Anda download gratis di internet. Banyak juga tools dana aplikasi kolaborasi konten yang bisa membantu Anda dan tim marketing brand Anda mengelola proses editorial.

Namun, jika Anda ingin membuat sendiri template kalander editorialnya, sah-sah saja. Salah satunya cukup membuat kalender editorial dengan spreadsheet Excel sederhana atau Google Sheet yang dibagikan dengan anggota tim lainnya untuk mengelola dan memantau kemajuan konten melalui proses editorial Anda.

Contoh template editorial calendar yang bisa didowload gratis:

  1. Kalender editorial dari Curata
  2. Kalender editorial dari HubSpot
  3. Kalender editorial dari CoSchedule
  4. Kalender editorial dari Content Marketing Institute

Bisnis dan strategi content yang sedang Anda jalankan mungkin berbeda dengan referensi editorial kalender yang ada. Anda bisa saja menggunakan template kalender editorial yang disediakan gratis oleh beberapa website. Namun, penyesuaian tetap perlu dilakukan berdasar pada kebutuhan strategi content marketing brand Anda.

Tidak ada template yang lebih unggul. Yang perlu Anda lakukan adalah mengkombinasikan template editorial kalender yang sudah ada ke dalam template editorial kalender versi brand Anda sendiri. Jangan terlalu lama memilih dan membuat kalender editorial. Spreadsheet sederhana saja bisa menjadi acuan Anda menjalankan strategi sesuai kalender editorial asalkan pelaksanaannya dapat dipahami oleh seluruh tim Anda.

Buatlah sekarang, dan mulai menjalankan konten sesuai editorial, lalu perhatikan apa yang terjadi dengan distribusi konten brand Anda. Pemantauan terhadap distribusi content tetap harus dilakukan dan dianalisis secara rutin untuk mengetahui efektivitas editorial Anda.